Baccarat Dragon_Indonesian Football_Baccarat Skills Road List_Gambling Handicap

  • 时间:
  • 浏览:0
  • 来源:Hukum rolet,Cyber-bakarat selingkuh,Platform judi online

ABaccarat bettingku meBaBaccarat bettingccaBaccarat bettingrat bettingnikaBaccarat bettingh di usia yang tidak muda-muda amat. Bahkan bisa dibilang agak telat. Praktis ketika diberi anugerah seorang anak pun usiaku sudah hampir menginjak tiga puluh tahun. Tapi bukan itu yang ingin aku ceritakan kepada kalian.

Ada satu cerita ketika aku sedang pergi dengan niat untuk me time. Sebuah kegiatan yang sangat disenangi ibu muda untuk me-refresh badan dan pikiran dari rutinitas merawat anak yang hampir tanpa jeda.

Pertanyaan ini sungguh membuat aku terpekur sesaat dan dalam hatiku tertawa. Apakah petugas stasiun ini hanya bercanda atau benar-benar tidak tahu kalau sebenarnya aku sudah menikah dan punya anak? Aku lagi-lagi ber-positive thinking mungkin karena postur tubuhku yang kecil mungil jadi petugas stasiun itu menganggapku masih SMP.

Perempuan mana pun pasti senang jika dipuji, apa lagi jika dipuji terlihat awet muda walau sudah memiliki anak. Tapi aku harap ceritaku ini tidak membuat insecure ibu-ibu muda lainnya yang tidak diberikan anugerah yang sama. Bunda, bagaimana pun penampilanmu, wajahmu, style-mu, jika itu membuatmu nyaman maka janganlah minder.  Awet muda bukanlah satu-satunya hal yang harus dikejar dan menjadi prioritas. Yang paling penting adalah bagaimana kita bisa menjaga kesehatan agar kita bisa tetap terus merawat buah hati kita. Bagaimana pun penampilanmu, anak-anak kita akan tetap selalu bilang kalau kita adalah ibu mereka yang paling cantik di dunia.

Saat itu aku sedang memesan segelas minuman di sebuah kedai, dan seperti biasa aku disapa oleh barista di sana. Namun barista itu cukup membuat aku terkejut ketika dia bertanya: Mau pesan minuman apa, Dik?

Penulis

Masih berusaha untuk menulis ditengah kesibukan mengurus anak

“Artikel ini merupakan kiriman dari pembaca hipwee, isi artikel sepenuhnya merupakan tanggung jawab pengirim.”

Di luar usiaku yang terbilang agak telat ketika menikah, ada satu hal yang patut aku syukuri.  Yaitu penampilanku yang masih terlihat seperti anak remaja apa lagi ketika sedang tidak bersama anak. Begitu kata orang-orang kebanyakan. Padahal sebelumnya aku tidak merasa demikian.

Namun ternyata kejadian itu tidak hanya satu kali terjadi. Ketika aku baru pulang dari suatu tempat dan sedang menunggu kereta di stasiun, salah satu petugas stasiun menyapaku. Dia mengatakan: Sekolah di SMP mana, Dik?

Dik? Sapaan itu cukup membuatku tertegun sesaat. Aku merasa barista tersebut justru seumuran denganku, bahkan mungkin lebih muda. Aku berpikir, oh mungkin saat itu style yang aku gunakan terlalu kekanak-kanakan sehingga barista itu mengira aku masih anak-anak. Aku tidak mau terlalu ge-er.